Panduan Lengkap Budidaya Salak Untuk hasil Maksimal

Buah salak merupakan salah satu buah yang manis dan berkulit sisik berwarna cokelat kehitaman yang eksotis dengan daging buah salak berwarna putih susu hingga kekuningan, buah salak terbilang cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia. Khususnya salak pondoh (Salacca edulis), yang merupakan salah satu buah-buahan favorit yang setiap musim berbuahnya, ada di meja makan, ataupun digemari sebagai oleh-oleh. Salak selain dimakan langsung sebagai buah segar, bisa dikonsumsi setelah menjadi buah kalengan, atau sesudah diolah menjadi rujak, manisan salak, asinan, maupun keripik salak, malah ada yang memanfaatkan biji salak untuk dijadikan kopi biji salak. Apalagi dengan khasiat buah salak yang akan diperoleh bagi mereka yang menkonsumsinya, salah satu manfaat buah salak untuk menyembuhkan penyakit diare (mencret-mencret). Varietas pohon salak yang memiliki banyak penggemar di antara yang lainnya adalah salak pondoh dengan daging buahnya yang berasa manis dan bertekstur renyah (garing) sehingga budidaya salak pondoh sangat banyak peminatnya.
"buah salak","budidaya buah salak","cara menanam buah salak"
Sejarah Singkat Salak
Tanaman salak merupakan salah satu tanaman buah yang mempunyai prospek baik untuk dibudidayakan baik untuk agrowisata atau untuk budidaya secara umum. Daerah asal nya tidak jelas, akan tetapi diduga dari negara Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Ada pula yang mengatakan bahwa tanaman buah salak (Salacca edulis) berasal Dari Pulau Jawa. Pada masa penjajahan biji-biji salak dibawa diposkan para saudagar hingga menyebar ke seluruh Indonesia, bahkan Sampai ke Filipina, Malaysia, Brunei & Muangthai.


Jenis Tanaman Salak

Di dunia ini dikenal salak liar, seperti Salacca dransfieldiana JP Mo-gea; S. magnifera JP Mogea; S. minuta; S. multiflora & S. romosiana. Selain salak liar itu, Masih dikenal salak liar lainnya seperti Salacca rumphili Wallich ex. Blume yg juga disebut S. wallichiana, C. Martus yg disebut rakum / kumbar (populer digunakan di Thailand) sebagai pembuat masam segar pada masakan. Kumbar ini tidak berduri, bunganya berumah 2 (dioeciious). Salak termasuk famili: Palmae (palem-paleman), monokotil, daun-daunnya panjang dengan urat utama kuat seperti pada kelapa yg disebut lidi. seluruh bagian daunnya berduri tajam batangnya pendek, lama-kelamaan meninggi sampai 3 m atau lebih, akhirnya roboh tidak mampu membawa beban mahkota daun terlalu berat (tidak sebanding dengan batangnya yg kecil). Banyak varietas salak yg bisa tumbuh di Indonesi. Ada yg masih muda sudah terasa manis, varietas unggul yg telah dilepas oleh Pemerintah untuk dikembangkan ialah: salak pondoh, Swaru, Nglumut, Enrekang, gula batu (Bali), & lain-lain. Sebenarnya jenis salak yg ada di Indonesia ada 3 perbedaan yg menyolok, yakni: salak Jawa Salacca zalacca (Gaertner) Voss yg berbiji 2-3 butir, salak Bali Slacca amboinensis (Becc) Mogea yg berbiji 1- 2 butir, & salak Padang Sidempuan Salacca sumatrana (Becc) yg berdaging merah. Jenis salak itu mempunyai nilai komersial yg tinggi.

Manfaat Buah Salak
Buah salak hanya dimakan segar atau dibuat manisan salak, asinan salak, dan ada juga yang membuat kopi salak . pada saat ini manisan salak dibuat beserta kulitnya tanpa dikupas. Batangnya tidak dapat digunakan untuk bahan bangunan atau kayu bakar. Buah matang disajikan sebagai buah meja. Buah segar yg diperdagangkan biasanya masih dlm tandan atau telah dilepas (petilan). Buah salak yg dipetik pada bulan ke 4 atau ke 5 biasanya untuk dibuat manisan.

Syarat Pertumbuhan Salak
Iklim
  • Tanaman salak sesuai bila ditanam di daerah adalah berzona Iklim Aa bcd, Babc & Cbc. A berarti jumlah bulan basah Tinggi (11-12 bulan / tahun), B: 8-10 bulan / tahun & C: 5-7 bulan / tahun.
  • Salak akan tumbuh dengan baik di daerah adalah dengan curah hujan rata-rata per tahun 200-400 mm / bulan. Curah hujan rata-rata bulanan lebih dari 100 mm sudah tergolong dlm bulan basah. Berarti salak membutuhkan tingkat kebasahan atau kelembaban yg tinggi.
  • Tanaman salak tidak tahan terhadap sinar matahari penuh (100%), tetapi Cukup 50-70%, karena itu diperlukan adanya tanaman peneduh.
  • Suhu yg memucat baik antara 20-30 ° C. Salak membutuhkan kelembaban tinggi, tetapi tidak tahan genangan air.
Tanah.

  • Tanaman salak menyukai tanah yg subur, gembur & lembab.
  • Derajat keasaman tanah (pH) yg cocok untuk budidaya salak adalah 4,5 - 7,5.Kebun salak tidak tahan dengan genangan air. Untuk pertumbuhannya membutuhkan kelembaban tinggi.

Ketinggian Tempat
Tanaman salak tumbuh pada tempat dengan ketinggian 100-500 m dpl.

Pedoman Budidaya Salak
Pembibitan salak menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam budidaya buah salak adalah penggunaan bibit salak unggul & bermutu. Tanaman salak merupakan tanaman tahunan sehingga kesalahan dalam memilih bibit salak akan sangat merugikan dalam budidaya buah salak yang merupakan tanaman tahunan, walaupun diberi perlakuan teknik budidaya yang baik tidak akan memberikan hasil panen yang diinginkan, sehingga modal yang dikeluarkan dalam budidaya buah salak sangat rentan dangan modal yang tidak kembali karena adanya kerugian dalam usaha tani. Untuk menghindari masalah pembibitan salak, anda perlu mengetahui cara pembibitan salak yang baik. Cara pembibitan salak bisa kita dapatkan yang berasal dari biji (generatif) atau dari anakan (vegetatif). Cara pembibitan secara generatif adalah pembibitan buah salak dengan menggunakan biji yang baik, biji diperoleh dari pohon induk yang mempunyai sifat-sifat baik, Yaitu: pohon cepat berbuah, berbuah sepanjang tahun, hasil buah banyak & seragam, pertumbuhan tanaman baik, tahan terhadap serangan hama & penyakit serta pengaruh lingkungan yg kurang menguntungkan.

Keuntungan cara pembibitan salak secara generatif:
  • Dapat dikerjakan dengan mudah & murah.
  • Diperoleh bibit yg banyak.
  • Tanaman yg dihasilkan tumbuh lebih sehat & hidup lebih lama.
  • untuk transportasi biji & penyimpanan benih lebih mudah.
  • Tanaman yg dihasilkan mempunyai perakaran kuat sehingga tahan rebah & kekeringan.
  • memungkinkan diadakan perbaikan sifat dlm bentuk persilangan.
Kekurangan cara pembibitan salak secara generatif:
  • Kualitas buah yg dihasilkan tidak persis sama dengan pohon induk karena mungkin terjadi penyerbukan silang
  • Agak sulit diketahui apakah bibit yg dihasilkan jantan atau betina.
  • Persyaratan bibit: untuk mendapatkan bibit yg baik harus dilakukan seleksi terhadap biji yg akan dijadikan benih. 
syarat-syarat biji salak yang akan dijadikan benih:
  • Biji berasal dari pohon induk yg memenuhi syarat.
  • Buah yg akan diambil bijinya harus di petik pada waktu cukup umur.
  • Mempunyai daya tumbuh minimal 85%.
  • Besar ukuran biji seragam & tidak cacat.
  • Biji sehat tidak terserang hama & penyakit.
  • Benih murni & tidak tercampur dengan kotoran lain.
2. Penyiapan Bibit

Bibit Dari Biji:
  • Biji salak dibersihkan dari sisa-sisa daging buah yg masih melekat.
  • Rendam dlm air bersih selama 24 jam, kemudian dicuci.
Bibit dari anakan: a. Pilih anakan yg baik & berasal dari induk yg baik b. Siapkan potongan bambu, kemudian diisi media dengan tanah.

3. Teknik penyemaian bibit
Bibit Dari Biji: a. Biji salak yg telah direndam & dicuci, masukkan kedalam kantong plastik yg sudah dilubangi (karung goni basah), lalu diletakkan di tempat teduh & lembab sampai berumur 20-30 hari kecambah b. Satu bulan kemudian diberi pupuk Urea, TSP & KCl, masing-masing 5 gram, tiap 2-3 minggu Sekali c. Agar kelembabannya terjaga, lakukan penyiraman setiap hari

Bibit dari anakan dengan pesemaian bak kayu:

  • Buat bak kayu dengan ukuran tinggi 25 cm, lebar & panjang disesuaikan dengan kebutuhan.
  • Diisi dengan tanah subur & gembur setebal 15-20 cm.
  • Diatas tanah diiisi pasir setebal 5-10 cm.
  • Arah pesemaian utara selatan & diberi naungan menghadap ke timur.
  • Benih direndam dlm larutan hormon seperti Atonik selama 1 jam, konsentrasi larutan 0,01-0,02 cc / liter udara.
  • Tanam biji pada bak pesemaian dengan jarak pagar 10 x 10 cm g. Arah biji dibenamkan dengan posisi tegak, miring / rebah dengan mata tunas berada dibawah.

4. Pemeliharaan pembibitan / penyemaian: untuk pembibitan dari biji, media pembibitan adalah polybag dengan ukuran 20 x 25 cm yg diisi dengan tanah campur pupuk kandang dengan perbandingan 2: 1. Setelah bibit kecambah berumur 20-30 hari baru bibit dipindahkan ke polibag. Pembibitan dengan sistem anakan, bambu diletakkan tepat di bawah anakan salak, kemudian disiram setiap hari. Setelah 1 bulan akar telah tumbuh & anakan dipisahkan dari induknya, kemudian ditanam dlm polybag. Pupuk Urea, TSP, KCl diberikan 1 bulan sekali sebanyak 1 sendok teh.

Pemindahan Bibit: Untuk bibit dari biji, setelah bibit salak berumur 4 bulan baru dipindahkan ke lahan pertanian. Untuk persemaian dari anakan, setelah 6 bulan bibit baru bisa dipindahkan ke lapangan.

Pengolahan Lahan Budidaya Salak
Persiapan: Penetapan areal untuk perkebunan salak harus memperhatikan faktor kemudahan Transportasi & Sumber udara.
Pembukaan Lahan: a. Membongkar tanaman yg tidak diperlukan & mematikan alang-alang serta menghilangkan rumput-rumput liar & perdu dari areal Tanam. b. Membajak tanah untuk menghilangkan bongkahan tanah yg terlalu besar.

Teknik Penanaman Buah Salak
Pembuatan lubang tanam: Lubang tanam dibuat dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm, jarak pagar tanam 1 x 4 m; 2 x 2 m atau 1,5 x 2,5 m. Ukuran lubang dapat juga dibuat 50 x 50 x 40 cm, dengan jarak pagar antar 2 x 4 m atau 3 x 4 m. setiap lubang diberi pupuk kandang yg telah jadi sebanyak 10 kg.
Cara penanaman: Biji ditanam langsung dlm lubang sebanyak 3- 4 biji per lubang. Sebulan kemudian biji mulai tumbuh
Lain-lain: Untuk menghindari sinar matahari penuh, tanaman salak ditanam di bawah tanaman peneduh seperti tanaman kelapa, durian, lamptoro & sebagainya. Apabila lahan masih belum ada tanaman peneduh, dapat ditanam tanaman peneduh sementara seperti tanaman pisang. Jarak tanam pohon peneduh disesuaikan menurut ukuran luas tajuk misalnya kelapa ditanam dengan jarak pagar 10 x 10 m, durian 12 x 12 m & lamtoro 12 x 12 m.

Pemeliharaan Tanaman
Setelah selesai ditanam, tanaman salak perlu dipelihara dengan benar & teratur sehingga diperoleh produksi kebun yg baik & produktif. Pemeliharaan ini dilakukan sampai berakhirnya masa produksi tanaman salak.
  • Penjarangan & penyulaman: Untuk memperoleh buah yg berukuran besar, maka bila tandan sudah mulai rapat perlu dilakukan penjarangan. Biasanya penjarangan dilakukan pada bulan ke 4 atau ke 5. Penyulaman dilakukan pada tanaman muda atau yg baru ditanam, tetapi mati atau pertumbuhannya kurang bagus atau kerdil, atau misalnya terlalu banyak tanaman betinanya. Untuk keperluan penyulaman kita perlu tanaman cadangan (biasanya perlu disediakan 10%) dari keseluruhan ditanam, yg seumur dengan tanaman lainnya. Awal musim hujan sangat tepat untuk melakukan penyulaman. Tanaman cadangan dipindahkan dengan cara putaran, Yaitu mengikutsertakan sebagian tanah yg menutupi daerah perakarannya. Sewaktu membongkar tanaman, bagian pangkal serta tanahnya kita bungkus dengan plastik agar akar-akar di bagian dlm terlindung dari kerusakan, dilakukan dengan hati-hati.
  • Penyiangan: Penyiangan adalah membuang & memebersihan rumput-rumput atau tanaman pengganggu lainnya yg tumbuh di kebun salak. Tanaman pengganggu yg lazim di sebut gulma bila tidak diberantas akan menjadi pesaing bagi tanaman salak dlm memperebutkan unsur hara & udara. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 2 bulan sesudah bibit ditanam, penyiangan berikutnya dilakukan tiap 3 bulan sekali sampai tanaman berumur Setahun. setelah itu penyiangan cukup dilakukan setiap 6 bulan sekali atau 2 kali dlm satu tahun, dilakukan pada awal & akhir musim penghujan.
  • Pembubunan: Sambil melakukan penyiangan, dilakukan pula penggemburan & pembumbunan tanah ke pokok tanaman salak. Hal ini dilakukan untuk menghemat ongkos kerja juga dan efisiensi perawatan. Tanah yg digemburkan dicangkul membentuk gundukan atau bumbunan yg berfungsi untuk menguatkan akar & batang tanaman salak pada tempatnya. Bumbunan jangan sampai merusak parit yg ada.
  • Perempalan & pemangkasan: Daun-daun yg sudah tua & tidak bermanfaat harus dipangkas. juga daun yg terlalu rimbun atau rusak diserang hama. Tunas-tunas yg terlalu banyak harus dijarangkan, terutama mendekati Saat-Saat tanaman berbuah (perempalan). Dengan pemangkasan, rumpun tanaman salak tidak terlalu rimbun sehingga kebun yg lembab serta pengap akibat sirkulasi udara yg kurang lancar diperbaiki. Pemangkasan juga membantu penyebaran makanan agar tidak hanya ke daun atau bagian vegetatif saja, melainkan juga ke bunga, buah atau bagian generatif secara seimbang. Pemangkasan dilakukan setiap 2 bulan sekali, tetapi pada saat mendekati masa berbunga atau berbuah pemangkasan kita lakukan lebih sering, yaitu 1 bulan 1 kali. Apabila dlm rumpun salak terdapat beberapa anakan, lakukanlah pengurangan anakan menjelang tanaman berbuah. Satu rumpun salak cukup kita sisakan 1 atau 2 anakan. Jangka waktu anakan maksimal 3-4 buah pada 1 rumpun. Bila lebih dari itu anakan akan mengganggu produktivitas tanaman. Pemangkasan daun salak sebaiknya sampai pada pangkal pelepahnya. Jangan hanya memotong setengah atau sebagian daun, sebab bagian yg disisakan sebenarnya sudah tidak ada gunanya bagi tanaman. Pemangkasan pada saat lewat panen harus tetap dilakuakan. Alat pangkas sebaiknya menggunakan golok atau gergaji yg tajam. Pemangkasan yg dilaksanakan pada waktu & cara yg tepat akan membantu tanaman tumbuh baik & optimal.
  • Pemupukan: Semua bahan yg diberikan pada tanaman dengan tujuan memberi tambahan unsur hara untuk memperbaiki pertumbuhan & produksi tanaman disebut pupuk. Ada pupuk yg diberikan melalui daerah adalah perakaran tanaman (pupuk akar). Pupuk yg diberikan dengan cara penyemprotan lewat daun tanaman (daun pupuk). Jumlah pupuk ada 2 macam: pupuk organik & Anorganik. Pupuk organik adalah pupuk kandang, pupuk hijau, kompos, abu tanaman, tepung darah & sebagainya (baca juga cara membuat pupuk organik). Pupuk Anorganik adalah: Urea, TSP, Kcl, ZA, NPK Hidrasil, Gandasil, Super Fosfat, Bay folan & sebagainya. Pupuk organik yg sering diberikan ke tanaman salak adalah pupuk kandang. Umur tanaman: a. 0-12 bulan (1 x sebulan): Pupuk kandang 1000, Urea 5 gram, TSP 5 gram, KCl 5 gram. b. 12-24 bulan (1 x 2 bulan): Urea 10 gram, TSP 10 gram, KCl 10 gram. c. 24-36 bulan (1 x 3 bulan): Urea 15 gram, TSP 15 gram, KCl 15 gram. d. 36-dst (1 x 6 bulan): Urea 20 gram, TSP 20 gram, KCl 20 gram.
  • Pengairan & penyiraman: Air hujan adalah siraman alami bagi tanaman, tetapi sulit untuk mengatur air hujan agar sesuai dengan yg dibutuhkan tanaman, air hujan sebagian hilang akan besar lewat penguapan, perkolasi & aliran permukaan, sebagian kecil saja yg tertahan di daerah perakaran, air yg tersisa sering tidak memenuhi kebutuhan tanaman. dlm budidaya salak, selama pertumbuhan kebutuhan air harus tercukupi, untuk itu kita perlu memberi air dengan waktu, cara & jumlah yg sesuai.
Pemeliharaan Lain: setelah ditanam di kebun kita buatkan penopang dari bambu atau kayu untuk menjaga agar tanaman tidak roboh.

Hama dan Penyakit Tanaman Salak
1. Hama
  • Kutu wol / putih (Cerataphis sp.): Hama yang bersembunyi di sela-sela buah.
  • Kumbang penggerek tunas (Omotemnus sp ..)
  • Kumbang penggerek batang: Menyerang ujung daun yg masih muda (pagar muda), kemudian akan masuk ke dlm batang. Hal ini tidak menyebabkan tanaman kematian, tetapi akan tumbuh anakan yg banyak di dlm batang tersebut.Pengendalian: dimatikan atau dengan cara meneteskan larutan insektisida (Diazenon) dengan dosis 2 cc per liter pada ujung daun yg terserang atau dengan cara menyemprot. dlm hal ini diusahakan insektisida dapat masuk ke dlm bekas lubang yg digerek. Memasukkan kawat yg ujungnya lancip ke dlm lubang yg dibuat kumbang hingga mengenai hama.
  • Babi hutan, tupai, tikus & luwak Pengendalian:untuk memberantas babi hutan, dilakukan dengan penembakan khusus atau memagari kebun salak dengan salak-salak jantan yg Rapat. Akan lebih baik lagi kalau memagari kebun salak dengan kawat berduri, memberantas untuk tikus, digunakan Zink phosphit, klerat dll, untuk memberantas luwak & tupai, dapat digunakan umpan buah pisang yg dimasuki Furadan 3 G. Caranya: buah pisang dibelah, dimasukkan kurang lebih 0,5 gram Furadan ke dalamnya, kemudian buah pisang tersebut dijahit & dijadikan umpan.
2. Penyakit Salak
Penyakit yg Sering menyerang salak adalah sebangsa cendawan putih, Gejala: busuknya buah. Buah yg terserang penyakit ini kualitasnya jadi menurun, karena warna kulit salak jadi tidak menarik.Pengendalian: Mengurangi kelembaban tanah, yaitu mengurangi pohon-pohon pelindung.Noda hitam:Penyebab: Cendawan Pestalotia sp.Gejala: adanya bercak-bercak hitam pada daun salak.Busuk merah (pink):Penyebab: Cendawan Corticium salmonicolor.Gejala: adanya pembusukan pada buah & batang. Pengendalian: Tanaman yg sakit & daun yg terserang harus dipotong & dibakar di tempat tertentu.

bisa dibaca juga tentang (penanggulangan hama dan penyakit)

Gulma
Di beberapa tempat di pulau jawa, lahan salak dibangun di bekas persawahan. Sehingga otomatis gulma yg merajai kebun adalah gulma-gulma yg biasa terdapat di sawah. karena lahan sawah yg biasa tergenang air dikeringkan & dibumbun tanahnya maka gulma yg mampu bertahan adalah gulma berdaun sempit & tumbuh menjalar yg sedikit sekali terdapat di sawah. Gulma yg berbatang kurus tegak, berdaun panjang yg umumnya di persawahan kurang mampu bertahan. Itulah sebabnya mengapa gulma di lahan bekas persawahan relatif lebih sedikit. Pengendalian pengguna secara manual dengan dikored atau dicangkul pun Sudah memadai. Pemberantasan gulma secara kimia di kebun-kebun salak belum lazim dilaksanakan. Untuk lahan yg tidak seberapa luas, para petani masih menggunakan cara manual (mencabuti rumput-rumputan dengan tangan, dikored atau dicangkul). Bila lahan salak cukup luas, serta baru dibuka, gulma yg terdapat tentu banyak sekali & sulit diberantas hanya dengan menggunakan cara manual. Untuk situasi seperti ini perlu menggunakan herbisida, sebab mencakup biaya tenaga kerja relatif murah & hasilnya lebih cepat. Reaksi bahan kimia dlm membunuh tanaman liar yang sangat Cepat. Herbisida memiliki pengruh negatif, sebab racun yg dikandungnya dapat membahayakan mahluk hidup termasuk ternak & manusia, herbisida yg akan digunakan perlu sesuai dengan jenis gulma yg akan diberantas. pilihan yg kurang tepat akan memboroskan biaya. Gulma dari golongan rumput-rumputan dapat dibasmi dengan herbisida Gramoxone, Gesapas, Basta atau Diuron. Dari golongan teki-tekian dapat diberantas dengan Goal. Alang-alang dapat dibasmi dengan Round-Up atau Sun-up. Sedangkan tanaman yg berdaun lebar dapat diatasi dengan Fernimine. Ada juga herbisida yg dapat memberantas beberapa jenis gulma.

Panen Buah Salak
Mutu buah salak yg baik diperoleh bila pemanenan dilakukan pada tingkat kemasakan yg baik. Buah salak yg belum masak, bila dipungut akan terasa sepet & tidak manis. Maka pemanenan dilakukan dengan cara petik pilih, disinilah letak kesukarannya. Jadi kita harus benar-benar mengtahui buah salak yg sudah tua tetapi belum masak.
Ciri & umur panen: Buah salak dapat dipanen setelah matang benar di pohon, biasanya berumur 6 bulan setelah bunga mekar (bunga mekar), hal ditandai dengan sisik yg telah jarang, warna kulit buah merah kehitaman atau kuning tua, & bulu-bulunya telah hilang. Ujung kulit buah (bagian buah yg meruncing) terasa lunak bila ditekan. Tanda buah yg sudah tua adalah: warnanya mengkilat (klimis), bila dipetik mudah terlepas dari tangkai buah & beraroma salak.
Cara panen cara Memanen: karena buah salak masaknya tidak serempak, maka dilakukan petik pilih. yg perlu diperhatikan dlm pemetikan buah salak tersebut apakah akan disimpan lama atau segera dimakan. Bila akan disimpan lama pemetikan dilakukan pada saat buah salak tua (Jawa: gemadung), jadi jangan terlalu tua dipohon. Buah salak yg masir tidak tahan lama disimpan. Pemanenan buah dilakukan dengan cara memotong tangkai tandannya.
Periode panen: Tanaman salak dlm masa panennya terdapat 4 musim:
  • Panen raya pada bulan nopember, desember & januari
  • Panen sedang pada bulan mei, juni & juli
  • Panen kecil pada bulan-bulan pebruari, maret & april.
  • Masa kosong / istirahat pada bulan-bulan agustus, september & oktober.
Bila pada bulan-bulan ini ada buah salak maka dinamakan buah slandren. Menurut Sumber berbaring panen besar buah salak adalah antara bulan oktober - januari. 4. Prakiraan produksi: dlm budidaya tanaman salak, hasil temuan yg dapat dicapai dlm Satu musim tanam adalah 15 ton per hektar.

Pascapanen Salak

Seperti buah-buahan lainnya, buah salak mudah rusak & tidak tahan lama. Kerusakan ditandai dengan bau busuk & daging buah menjadi lembek serta berwarna kecoklat-coklatan. setelah dipetik buah salak masih meneruskan proses hidupnya berupa proses fisiologi (perubahan warna, pernafasan, proses biokimia & perombakan fungsional dengan adanya pembusukan oleh jasad renik). Sehingga buah salak tidakdapat disimpan lama dlm keadaan segar, maka diperlukan penanganan pascapanen.
Pengumpulan: Gudang pengumpulan berfungsi sebagai tempat penerima buah salak yg berasal dari petani atau kebun. dlm gudang pengumpulan ini dilakukan: sortasi, grading & pengemasan.
Penyortiran & penggolongan: sortasi / pemilihan bertujuan untuk memilih buah yg baik, tidak cacat, & layak eksport. juga bertujuan untuk membersihkan buah-buah dari berbagai bahan yg tidak berguna seperti tangkai, ranting & kotoran. Bahan-bahan tersebut dipotong dengan pisau, sabit, gunting pangkas tajam tidak berkarat sehinga tidak menimbulkan kerusakan pada buah. Grading / penggolongan untuk bertujuan:

a. Mendapat hasil temuan buah yg seragam (ukuran & kualitas).
b. Mempermudah penyusunan dlm wadah / peti / kemas alat.
c. Mendapatkan harga yg lebih tinggi.
d. Merangsang minat untuk membeli.
e. Agar perhitungannya lebih mudah.
f. Untuk menaksir pendapatan sementara.

Penggolongan ini dapat berdasarkan pada: Berat, besar, bentuk, rupa, warna, corak, bebas dari penyakit & ada tidaknya cacat / luka. Semua itu dimasukkan kedalam kelas & golongan sendiri-sendiri.

a. Salak mutu AA (betul-betul super, kekuningan, 1kg = 12 buah)
b. Salak mutu AB (tidak terlalu gede, tidak terlalu kecil, & sehat)
c. Salak mutu C (untuk manisan, 1kg = 25 - 30 buah)
d. Salak mutu BS (busuk atau 1/2 pecah), tidak dijual.

Pengemasan & pengangkutan Tujuan pengemasan adalah untuk melindungi buah salak dari kerusakan, mempermudah dlm penyusunan, baik dlm pengangkutan maupun dlm gudang penyimpanan & untuk mempermudah perhitungan. Ada pengemasan untuk buah segar & untuk manisan salak. Pengemasan buah untuk segar: a. Alat pengemas harus berlubang b. Harus kuat, agar buah salak terlindung tekanan dari luar c. Dapat diangkut dengan Mudah d. Ukuran pengemas harus disesuaikan dengan jumlah buah.

Pengemasan untuk manisan salak: dikemas dlm kaleng yg ditutup rapat yg telah dipastursasi sehingga semua mikroba seperti jamur, ragi, bakteri & enzim dapat mati & tidak akan menimbulkan proses pembusukan. Untuk manisan yg dikeringkan, umumnya dikemas dlm plastik. Pengangkutan merupakan mata rantai penting dlm penanganan, penyimpanan & distribusi buah-buahan. Syarat-syarat pengangkutan untuk buah-buahan: a. Pengangkutan harus dilakukan dengan cepat & tepat. b. Pengemasan & kondisi pengangkutan yg tepat untuk menjamin terjaganya mutu yg tinggi. c. Harapan adanya keuntungan yg cukup dengan menggunakan fasilitas pengangkutan yg memadai.

Demikian pembahasan tentang budidaya salak, Semoga bermanfaat dan selamat mencoba untuk berbudidaya...

baca juga artikel tentang :



Panduan Lengkap Budidaya Jambu Kristal

Jambu kristal merupakan varietas yang tergolong jambu yang banyak peminatnya dengan harga jambu biji kristal yang lumayan membuat prospek budidaya jambu kristal sangat bagus sebagai usaha pertanian atau perkebunan, jambu kristal merupakan pengembangan dari tanaman jambu biji yang ada di negara kita. Sering kali saat mengkonsumsi jambu biji kita sering kali direpotkan dengan keberadaan biji yang banyak, namun kelebihan dari varietas jambu kristal ini terletak pada keberadaan biji jambu yang relatif sedikit hanya sekitar 3% dari besar buah. Buah jambu kristal mulai dikenalkan kepada Indonesia oleh orang taiwan sekitar tahun 2001 yang kemudian banyak dibudidaya secara luas di wilayah Indonesia. Teknis budidayaan jambu kristal ini sebenarnya ralatif sama dengan jambu biji biasa.
"jambu kristal","budidaya","budidaya jambu kristal"
Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam budidaya jambu kristal adalah tersedianya bibit yang berkualitas dan sehat, yaitu bibit yang bebas dari hama dan penyakit pada tanaman jambu kristal yang mau kita budidayakan. Bibit jambu kristal bisa kita peroleh dari batang yang diperbanyak secara pencangkokan atau anda bisa membelinya bibit jambu kristal siap tanam, untuk pembiakan secara vegetatif kita dapat menghasilkan produk yang lebih banyak dan bervariasi dari indukannya dan tentunya kita lebih paham dengan kondisi bibit yang akan kita dapatkan dari pembibitan sendiri lewat pencangkokan, karena kita lebih paham riwayat calon indukan yang akan dijadikan bibit jambu kristal, untuk pemilihan indukan usia tanaman minimal 1 tahun. Ok langsung saja kita bahas panduan budidaya jambu kristal seperti berikut ini:

Panduan Lengkap Budidaya Jambu Kristal
Pengolahan Tanah untuk budidaya jambu kristal
Lahan yang akan digunakan tidak harus rata, lahan miring (perbukitan) seperti tempat pembuatan sengkedan(teras) juga bisa dilakukan. pada bagian yg curam, untuk menggemburkan tanahnya bisa dilakukan pembajakan dengan dicangkul atau bajak mencapai kedalaman 30cm secara merata. Pemberian pupuk kandang atau pupuk organik dengan dosis 40kg/m persegi, dan anda bisa membuat pupuk organik untuk kebutuhan selama budidaya jambu kristal. dan anda bisa membuat jarak tanam budidaya jambu kristal dengan ukuran jarak tanam 2,5 m x 3 m atau menggunakan jarak tanam 3 x 3 m. Untuk media menanam dalam pot, gunakan kombinasi media tanah, pupuk  kandang dan arang sekam perbandingannya 1:2:2.

Pemeliharaan tanaman jambu kristal
Sejumlah tanaman pengganggu seperti rumput atau gulma pada sekitar tanaman harus disiangi sampai radius 1,5-2 m pada sekeliling tanaman, apabila anda melihat bibit tanaman jambu kristal yang  mati, segera diganti dengan bibit jambu kristal yang baru dan bagus. Penyiangan tanaman perlu dilakukan dengan membuang tunas pada batang utama sehingga buah bisa tumbuh besar dan manis. Setiap sebulan sekali tanah disekitar tanaman harus  dilakukan penggemburan tanah dengan pembalikan agar tetap lunak hingga tanaman benar-benar kuat. Pemangkasan pada bagian ujungnya dilakukan setelah tanaman berumur 2 tahun agar tanaman mendapat tajuk yang rimbun terlebih dahulu.

Pemupukan tanaman jambu kristal
Pemupukan jambu kristal bisa anda lakukan secara berkala, untuk penduan atau acuan pemberian pupuk pada budidaya jambu kristal sebagai berikut :
  • Pada usia 0-1 tahun umur pada penanaman bibit, setiap pohon diberi pupuk dengan campuran 40 kg pupuk kandang, 5 kg TSP, 100 gram urea dan 20 gram ZK yang kemudia ditaburi sekitar tanaman
  • Pemupukan tanaman umur 1-3 tahun dilakukan dengan campuran NPK 250 gram/pohon dan TSP 250 gram/pohon dan diulang setiap 3 bulan sekali dengan takaran yang sama.
  • Pemupukan tanaman umur diatas 3 tahun, kalau pertumbuhan tunas sudah kurang bagus berarti selain TSP dan NPK dengan ukuran yang sama berarti tanaman memerlukan pupuk kandang sebanyak 40 kg/tanaman.
Penyiraman
Bibit tanaman selama 2 minggu setelah ditanam, dilakukan penyiraman 2 kali sehari pada pagi dan sore jika kondisi kemarau. Dan minggu berikutnya dikurangi menjadi sore hari saja. Bila musim hujan anda tidak perlu menyiram, malahan apabila hujan turun terlalu lebat diusahakan sekitar tanaman tidak tergenang air, hal ini bisa anda siasati dengan cara membuat jalur untuk mengalirkan air. Sebaliknya pada musim kemarau, bila tanah sudah kelihatan merekah maka diperlukan penyiraman dengan menggunakan pompa air dua kali sehari.

Pemanenan
Secara umum, buah jambu kristal akan berbuah setelah umur 2 tahun, namun dengan bibit cangkokan tanaman jambu kristal bisa berbuah cepat saat umur 6-7 bulan. Buah jambu kristal sudah siap panen saat jambu sudah berwarna putih kuningan, bila dibandingkan dengan yang belum matang.


Proses budidaya jambu kristal memang dapat dikatakan lebih mudah dibandingkan dengan budidaya kakao yang membutuhkan tempat yang lebih besar dan subur atau budidaya pepaya dalam pengendalian hama dan penyakitnya. Jambu kristal lebih kuat terhadap berbagai kondisi cuaca, tanah dan serangan hama dan penyakit.

Demikian pembahasan tentang budidaya jambu kristal, selamat mencoba dan semoga bermanfaat artikel budidaya jambu kristal yang saya berikan.

Panduan Lengkap Budidaya Tanaman Kakao

Siapa yang tidak kenal coklat.? dari anak anak sampai dewasa banyak sekali yang menyukainya, Coklat merupakan salah satu jenis makanan dan minuman yang sangat digemari di seluruh dunia. Coklat yang bisa dinikmati di pasaran berasal dari pohon kakao yang menghasilkan buah kakao atau buah coklat. Biji kakao lah yang nantinya akan diproses menjadi coklat dengan citarasa lezat dengan efek endorfin yang merilekskan. Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang cukup penting bagi perekonomian Indonesia. Tanaman Kakao merupakan tanaman perkebunan berprospek yang menjanjikan untuk dibudidayakan, berikut ini panduan lengkap budidaya tanaman kakao.
"kakao","budidaya kakao","buah coklat"
Kalsifikasi Tanaman Kakao
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Famili : Malvaceae
Genus : Theobroma
Spesies : Theobroma cacao L.

Syarat tumbuh tanaman kakao 
Dalam budidaya kakao tentunya kita harus mengetahui beberapa hal sebelum kita mulai budidaya kakau, salah satunya adalah mengetahui syarat tumbuh tanaman kakao, tanaman kakao paling ideal adalah pada tempat yang memiliki curah hujan yaitu 1.100 – 3.000 mm per tahun dengan temperaturnya yaitu 30 0C ‐ 32 0C (maksimum) dan 18 0C ‐ 21 0C (minimum). Tanaman kakao akan tumbuh baik pada tanah yang memiliki pH 6 – 7,5. Sedangkan lingkungan hidup tanaman kakao yakni hutan tropis yang pada pertumbuhannya memerlukan naungan untuk menghindari pencahayaan penuh. ok langsung saja berikut ini adalah cara budidaya kakao yang perlu dilakukan :

Teknik Budidaya Tanaman Kakao
Persiapan Lahan Budidaya Kakao
Persiapan lahan yaitu membersihkan lahan dan menggunakan tanaman penutup tanah seperti tanaman jenis polong-polongan, serta menggunakan tanaman pelindung seperti Lamtoro, Albazia, dan Gleresidae, yang mana tanaman ini ditanam setahun sebelum dilakukan penanaman kakao. Selanjutnya juga dilakukan pengolahan tanah biasanya dilakukan dengan cara mekanis dan anda bisa memberikan pupuk organik secara merata pada lahan yang akan ditanami kakao, karena manfaat pupuk organik sangat banyak salah satunya mempunyai kandungan unsur hara yang lengkap.

Pembibitan Tanaman Kakao
Bibit kakao bisa kita peroleh dari biji kakao yang diambil pada bagian tengah buah yang masak dan sehat dari tanaman yang sudah mempunyai cukup umur, atau anda bisa menggunakan bibit kakao yang sudah siap tanam.

Penanaman Kakao
Pada penanaman kakao terlebih dahulu kita menyiapkan ajir yaitu bisa memanfaatkan dari bambu dengan tinggi tinggi 80 – 100 cm. Penanaman tanaman kakao dilakukan dengan menggunakan jarak tanam 3 x 3 m, 4 x 2 m, dan 3,5 x 2,5 m dengan ukuran lubang 60 x 60 x 60 cm. Jarak tanam yang digunakan berdasarkan pada bahan tanam dan besar bibit tanaman kakao. Sedangkan jarak tanam pohon sebagai pelindungnya adalah 1,5 x 1,5 m tergantung areal yang digunakan. Dalam penanaman tanaman kakao ada empat pola tanam yang bisa anda gunakan dalam budidaya kakao yaitu dengan menggunakan pola sebagai berikut :
  • Pola tanam kakao segi empat, dan pohon pelindung segi empat.
  • Pola tanam kakao segi empat dan pohon pelindung segi tiga.
  • Pola tanam kakao berpagar ganda dan pohon pelindung segitiga.
  • Pola tanam kakao berpagar ganda dan pohon pelindung segi empat.

Pemeliharaan Tanaman Kakao
Pemeliharaan tanaman kakao yang dilakukan adalah dengan melakukan pemangkasan, penyiangan, penyiraman, pemupukan, serta pengendalian dari hama dan penyakit.
  • Pemangkasan dilakukan pada tanaman pelindung dan pada tanaman kakao. Pemangkasan pohon pelindung dilakukan supaya bisa berfungsi dalam jangka waktu yang lama. Sedangkan Pemangkasan pada tanaman kakao merupakan usaha meningkatkan produksi dan mempertahankan umur ekonomis tanaman. Dengan melakukan pemangkasan, akan mencegah serangan hama dan penyakit, membentuk tajuk pohon, memelihara tanaman, dan memacu produksi.
  • Penyiangan dilakukan untuk membersihkan dan membuang gulma yang mengganggu tanaman kakao. Sedangkan penyiraman dilakukan untuk membantu pertumbuhan kakao dan menjaga kelembapan tanah kakao.
  • Pemupukan dilakukan dengan cara ditugal. Pemupukan yaitu dengan pemupukan menggunakan pupuk Urea, TSP, KCl, dan Kieserite (MgSO4), dosis pupuk berdasarkan umur tanaman kakao.
UMUR(bulan)Dosis pupuk (per ha)
Urea (kg)TSP (kg)MOP/ KCl (kg)Kieserite (MgSO4)(kg)
2151588
6151588
1025251212
1430301515
1830304515
2230304515
3216020025060
3614025025080
4214020025080
Dst
  • Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kakao dilakukan dengan sanitasi lahan, tanaman yang terserang dipangkas dan di bakar dan juga menggunakan pestisida. Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman kakao adalah ulat kilan (Hyposidea infixaria), ulat jaran atau kuda (Dasychira inclusa), parasa lepida dan ploneta diducta(Ulat Srengenge), kutu – kutuan (Pseudococcus lilacinus), Helopeltis antonii, Cacao Mot ( Ngengat Buah), Acrocercops cranerella, penyakit busuk buah (Phytopthora palmivora), Jamur Upas (Upasia salmonicolor).
Panen dan Pasca Panen Tanaman Kakao
Panen kakao dapat dilakukan dengan cara memetik buah yang masak dengan memotong tangkai buahnya dan menyisakan sepertiga bagian tangkai buah. Buah kakao yang dipetik berumur 5,5 – 6 bulan sejak berbunga, dan berwarna kuning atau merah. Buah kakao yang dipetik kemudian dimasukkan ke dalam karung kemudian dilakukan pemecahan buah untuk mengumpulkan bijinya. Dan hasilnya bisa diolah dengan melakukan fermentasi, pengeringan, dan sortasi.

Itulah tentang budidaya kakao, ternyata coklat yang sering kita makan banyak sekali mengalami proses sejak penanaman sampai siap kita makan ataupun kita minum, dan tentunya memiliki prospek yang lumayan untuk kita budidayakan seperti halnya budidaya pepaya yang saat ini banyak petani yang menanamnya.

Budidaya Singkong Untuk Hasil Maksimal

Singkong tentu sudah tidak asing lagi bagi para masyarakat kita, kini singkong juga mempunyai nilai harga jual yang tinggi sehingga banyak para petani yang lebih memilih singkong sebagai tanaman kebun mereka. Tanaman singkong juga banyak yang memanfaatkanya seperti daunnya juga buahnya, singkong itu sendiri dapat dimanfaatkan sebagai keripik untuk camilan, diolah untuk diambil sagunya, bahkan sampai dimakan hanya dengan menggoreng atau mengukusnya, daunnya pun juga dimanfaatkan para ibu-ibu untuk sayur, ditumis ataupun disayur santan. Tapi kali ini saya bukan untuk membahas manfaat atau kandungan daun singkong, tapi kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara menanam singkong super yang baik. Berikut tahapan budidaya singkong untuk hasil maksimal yang bisa anda ketahui :
"singkong","budidaya singkong","tips budidaya singkong"
Syarat Pertumbuhan Tanaman Singkong
Iklim
  • Untuk dapat tumbuh yang maksimal, singkong memerlukan curah hujan 150- 200 mm pada umur 1-3 bulan, 250-300 mm pada umur 4-7 bulan, dan 100- 150 mm pada fase menjelang dan saat panen.
  • Suhu udara minimal bagi tumbuhnya ketela pohon/singkong sekitar 10 derajat C. Bila suhunya dibawah 10 derajat C menyebabkan pertumbuhan tanaman sedikit terhambat, menjadi kerdil karena pertumbuhan bunga yang kurang sempurna.
  • Kelembaban udara optimal untuk tanaman ketela pohon/singkong antara 60-65%.
  • Sinar matahari yang dibutuhkan bagi tanaman ketela pohon / singkong sekitar 10 jam / hari terutama untuk kesuburan daun dan perkembangan umbinya.
Persiapan Lahan Budidaya Singkong
  • Tanah yang paling sesuai untuk ketela pohon / singkong adalah tanah yang berstruktur remah, gembur, tidak terlalu liat dan tidak terlalu poros serta kaya bahan organik. Tanah dengan struktur remah mempunyai tata udara yang baik, unsur hara lebih mudah tersedia dan mudah diolah.
  • Jenis tanah yang sesuai untuk tanaman ketela pohon / singkong adalah jenis aluvial latosol, podsolik merah kuning, mediteran, grumosol dan andosol.
  • Derajat keasaman (pH) tanah yang sesuai untuk budidaya ketela pohon berkisar antara 4,5 – 8,0 dengan pH ideal 5,8. pada umumnya tanah di Indonesia ber pH rendah (asam), yaitu berkisar 4,0- 5,5, sehingga seringkali dikatakan cukup netral bagi suburnya tanaman ketela pohon.
Pengolahan Lahan

Persiapan:
  • Penganalisaan jenis tanah pada contoh atau sempel tanah yang akan ditanami untuk mengetahui ketersediaan unsur hara, kandungan bahan organik.
  • Penetapan jadwal / waktu tanam berkaitan erat dengan saat panen. Hal ini perlu diperhitungkan dengan asumsi waktu tanam bersamaan dengan tanaman lainnya (tumpang sari), sehingga sekaligus dapat memproduksi beberapa variasi tanaman sejenis.
  • Luas areal penanaman disesuaikan dengan modal dan kebutuhan setiap petani ketela pohon. Pengaturan volume produksi penting juga diperhitungkan karena berkaitan erat dengan perkiraan harga saat panen dan pasar.
Pembukaan dan pembersihan lahan:
  • Pembukaan lahan pada intinya adalah merupakan pembersihan lahan dari segala gulma (Tumbuhan pengganggu) dan akar tanaman sebelumnya.
  • Tujuan pembersihan lahan untuk memudahkan perakaran tanaman berkembang dan menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit yang memungkinkan ada.
Pembentukan Bedengan:
  • Sebelum pembentukan bedengan tanah di olah terlebih dahulu dengan pembalikan tanah, bisa di cangkul atau dengan menggunakan mesin pengolah lahan dan jangan lupa pemberian pupuk organiknya, dan anda bisa membuat pupuk organik sendiri untuk kebutuhan dalam budidaya singkong.
  • Bedengan dibuat pada saat lahan sudah 70% dari tahan penyelesaian. Bedengan atau pelarikan dilakukan untuk memudahkan penanaman sesuai dengan ukuran yang dikehendaki.
  • Pembentukan bedengan untuk memudahkan pemeliharaan tanaman, seperti pembersihan tanaman liar maupun sehatnya pertumbuhan tanaman itu sendiri.
Persiapan Bibit
  • Gunakan varietas unggul yang mempunyai potensi hasil tinggi, disukai konsumen, dan sesuai untuk daerah penanam (pengalaman teman menggunakan varieatas singkong gajah).
  • Ketela pohon berasal dari tanaman induk yang cukup tua (10-12 bulan).
  • Ketela pohon harus dengan pertumbuhannya yang normal dan sehat serta seragam.
  • Batang telah berkayu dan berdiameter ± 2,5 cm lurus.
  • Belum tumbuh tunas-tunas baru.
Teknik Penanaman
  1. Penanaman harus memperhatikan musim dan curah hujan. Pada lahan tegalan/kering, waktu tanam yang paling baik adalah awal musim hujan atau setelah penanaman padi. Jarak tanam yang digunakan pada pola monokulturan adalah 80 x 120 cm.
  2. Sebelum bibit ditanam disarankan agar bibit direndam terlebih dahulu dengan pupuk hayati PGPR yang telah dicampur dengan air selama 3-4 jam. Setelah itu baru dilakukan penanaman di lahan, hal ini sangat bagus untuk pertumbuhan dari bibit dan anda pun bisa membuat PGPR sendiri di rumah.
  3. Cara penanaman dilakukan dengan meruncingkan ujung bawah stek Ketela Pohon, kemudian tanamlah sedalam 20cm dengan kemiringan 15 derajat.
Perawatan Tanaman
Penyulaman.
Penyulaman bisa anda lakukan jika melihat bibit singkong tidak tumbuh atau bibit rusak, penyulaman dilakukan yakni dengan cara mencabut bibit dan diganti bibit yang baru. Penyulaman saran saya bisa dilakukan pada pagi atau sore hari, saat cuaca tidak terlalu panas.

Penyiangan
Penyiangan bertujuan untuk membuang semua jenis rumput/tanaman liar/tanaman pengganggu yang hidup disekitar tanaman. Dalam satu musim, minimal dilakuakan penyiangan 2 kali. Periode kritis atau periode tanaman harus bebas dari tanaman pengganggu adalah antara 5 – 10 minggu HST (Hari Setelah Tanam). Bila tanaman peengganggu tidak terkendali selama periode kritis tersebut, produktivitas dapat turun sampai 75% jika dibandingkan dengan kondisi tanpa gangguan tanaman liar/pengganggu.

Pembubunan
Lakukan dengan menggemburkan tanah disekitar tanaman dan setelahnya dibuat seperti gundukan. Waktu pembubunan bersamaan dengan penyiangan, hal ini dapat menghemat biaya. Apabila tanah disekitar pohon terkikis karena hujan atau karena yang lain, maka perlu dilakukan penimbunan ulang.

Perempelan/Pemangkasan
Perempelan/Pemangkasan tunas perlu dilakukan kerana minimal setiap pohon harus mempunyai 2 atau 3 cabang, hal ini agar batang pohon tersebut bisa digunakan sebagai bibit lagi dimusim tanam mendatang.

Pemupukan Tanaman Singkong
Pemberian pupuk atau nutrisi tanaman perlu dilakukan dengan Pupuk Kandang +- 10 ton/ha yang telah matang dan pupuk NPK 80gr/pohon sampai panen.

Pengairan dan Penyiraman
Kondisi lahan Ketela Pohon dari awal tanam sampai umur 4-5 bulan HST (Hari Setelah Tanam) selalu daam keadaan lembab, tapi tidak terlalu becek. Pada tanah kering perlu dilakukan penyiraman dan pengairan. Pada musin kering, penyiraman dilakukan dengan cara menyiram langsung namun cara ini dapat merusak gundukan tanah di pangkal pohon, yang lebih baik adalah dengan system genangan dengan tujuan agar air dapat meresap ke tanah.

Panen
  • Ciri dan Umur Panen
Ketela pohon atau singkong dapat dipanen pada saat pertumbuhan daun bawah mulai berkurang. Warna daun mulai menguning dan banyak yang rontok. Umur panen tanaman ketela pohon atau singkong telah mencapai 6–8 bulan untuk varietas Genjah dan 9–12 bulan untuk varietas dalam.
  • Cara Panen
Ketela pohon dipanen dengan cara mencabut batangnya dan umbi yang tertinggal diambil dengan cangkul atau garpu tanah.

Pasca Panen
  • Pengumpulan
Hasil panen dikumpulkan di lokasi yang cukup strategis, aman dan mudah dijangkau oleh angkutan.

  • Penyortiran dan Penggolongan
Pemilihan atau penyortiran umbi ketela pohon sebenarnya dapat dilakukan pada saat pencabutan berlangsung. Akan tetapi penyortiran umbi ketela pohon dapat dilakukan setelah semua pohon dicabut dan ditampung dalam suatu tempat. Penyortiran dilakukan untuk memilih umbi yang berwarna bersih terlihat dari kulit umbi yang segar serta yang cacat terutama terlihat dari ukuran besarnya umbi serta bercak hitam/garis-garis pada daging umbi.

Demikian sekilas tentang budidaya singkong, semoga bisa bermanfaat dan anda bisa share dengan yang lainnya yang tertarik dalm budiday singkong..

Tentang Biochar dan Manfaatnya Bagi Kesuburan Tanah

Kesuburan tanah menjadi perbincangan hangat dikalangan para petani dan para ahli di negara tercinta kita ini, karena diberbagai penilitian yang telah dilakukan menunjukan hal yang mengkhawatirkan dengan banyaknya lahan pertanian kita yang mengalami tingkat kesuburan yang sangat kecil, hal ini bisa berakibat fatal jika tidak segera diperbaiki. karena Kesuburan tanah merupakan salah satu hal yang perlu di perhatikan dalam suatu usaha pertanian. Tanah yang sehat dan subur maka akan memberikan nutrisi yang cukup pada tanaman yang di tanam di atasnya, dengan kondisi yang sehat dan subur maka tidak menutup kemungkinan bisa meningkatkan produktifitas dan kualitas hasil pertanian. Kesuburan tanah ini sangat berkaitan erat dengan ketersediaan unsur hara yang tersedia dan dapat di serap oleh tanaman. Pada dasarnya unsur hara tanaman telah banyak tersedia di dalam tanah. Hanya saja ada beberapa masalah yang berkaitan dengan penyerapan dan sifat unsur hara tersebut.
"biochar","manfaat biochar","manfaat arang sekam untuk kesuburan tanah"
Ada beberapa unsur hara yang sangat melimpah di alam hanya saja tanaman tidak dapat memanfaatkan unsur hara tersebut secara langsung. Misalnya saja unsur N, unsur ini sangat melimpah ketersediaannya di alam. Hanya saja tanaman tidak dapat langsung memamanfaatkan unsur hara tersebut (kecuali tanaman legume). Ada beberapa organisme tanah yang membantu tanaman unuk merombak unsur N di alam menjadi NH4+ agar dapat di serap oleh tanaman. Selain unsur N, ada pula unsur lain yang juga memerlukan bakteri untuk merombaknya menjadi bentuk unsur yang dapat diserap oleh tanaman mikroba-mikroba ini biasa kita kenal dengan pupuk hayati, dan manfaat pupuk hayati juga sangat banyak baik untuk tanah maupun tanaman.

Biochar adalah bahan padat yang diperoleh dari karbonisasi dari biomassa. Biochar merupakan substansi arang kayu yang berpori (porous), sering juga disebut charcoal atau agri-char. Karena berasal dari makhluk hidup kita sebut arang-hayati, dan anda juga bisa memaksimalkan sekam hasil panen untuk dijadikan biochar. Di dalam tanah, biochar menyediakan habitat yang baik bagi mikroba tanah misalnya bakteri yang membantu dalam perombakan unsur hara agar unsur hara tersebut dapat di serap oleh tenaman, tapi tidak dikonsumsi seperti bahan organik lainnya. Dalam jangka panjang biochar tidak mengganggu keseimbangan karbon-nitrogen, bahkan mampu menahan dan menjadikan air dan nutrisi lebih tersedia bagi tanaman.

Biochar dapat ditambahkan ke tanah dengan maksud untuk meningkatkan fungsi tanah dan untuk mengurangi emisi dari biomassa yang lain akan secara alami menurunkan gas rumah kaca. Biochar juga memiliki nilai penyerapan karbon yang cukup. Biochar adalah bahan tanah yang diinginkan di banyak lokasi karena kemampuannya untuk menarik dan mempertahankan air. Hal ini dimungkinkan karena struktur berpori dan luas permukaan yang tinggi. Akibatnya, nutrisi, fosfor dan bahan kimia pertanian dipertahankan untuk kepentingan tanaman. Biochardapat menjadi alat penting untuk meningkatkan ketahanan pangan dan keanekaragaman lahan pertanian di daerah dengan tanah terkuras, sumber daya organik yang langka, dan air yang tidak memadai dan pasokan pupuk kimia. Biochar juga meningkatkan kualitas dan kuantitas air dengan meningkatkan retensi tanah nutrisi dan bahan kimia pertanian untuk pemanfaatan tumbuhan dan tanaman. Nutrisi lebih tinggal di tanah bukan pencucian ke dalam air tanah dan menyebabkan polusi.

Aplikasi biochar ke dalam tanah merupakan pendekatan baru dan unik untuk menjadikan suatu penampung (sink) bagi co2 atmosfir jangka panjang dalam ekosistem darat. Dalam proses pembuatannya, sekitar 50% dari karbon yang ada dalam bahan dasar akan terkandung dalam biochar, dekomposisi biologi biasanya kurang dari 20% setelah 5-10 tahun, sedangkan pada pembakaran hanya 3% karbon yang tertinggal. Di samping mengurangi emisi dan menambah pengikatan gas rumah kaca, ternyata biochar bisa meningkatkan kesuburan tanah dan produksi tanaman pertanian. Dua hal utama potensi biochar untuk bidang pertanian adalah afinitasnya yang tinggi terhadap unsur hara dan persistensinya. Biochar lebih persisten dalam tanah, sehingga semua manfaat yang berhubungan dengan retensi hara dan kesuburan tanah dapat berjalan lebih lama dibanding bahan organik lain yang biasa diberikan. Persistensi yang lama menjadikan biochar pilihan utama bagi mengurangi dampak perubahan iklim. Walau dapat menjadi sumber energi alternatif, manfaat biochar jauh lebih besar jika dibenamkan ke dalam tanah dalam mewujudkan pertanian ramah lingkungan.Penambahan biochar ke tanah meningkatkan ketersediaan kation utama dan posfor, total N dan kapasitas tukar kation tanah (ktk) yang pada akhimya meningkatkan hasil.

Tingginya ketersediaan hara bagi tanaman merupakan hasil dari bertambahnya nutrisi secara langsung dari biochar, meningkatnya retensi hara, dan perubahan dinamika mikroba tanah. Keuntungan jangka panjangnya bagi ketersediaan hara berhubungan dengan stabilisasi karbon organik yang lebih tinggi seiring dengan pembebasan hara yang lebih lambat dibanding bahan organik yang biasa digunakan. Peran biochar terhadap peningkatan produktivitas tanaman dipengaruhi oleh jumlah yang ditambahkan. Pemberian sebesar 0,4 sampai 8 t c ha-1 dilaporkan dapat meningkatan produktivitas secara nyata antara 20 – 220%. Setiap tahunnya limbah kehutanan, perkebunan, pertanian dan peternakan yang mengandung karbon mencapai ratusan juta ton dan sering menjadi masalah dalam hal pembuangannya. Limbah jenis ini merupakan bahan sangat potensial diubah menjadi biochar dalam berbagai tingkat teknologi produksi. Sebagai gambaran sederhana, dari 50 juta ton produksi gabah tiap tahunnya ikut dihasilkan sekitar 60 juta ton merupakan limbah (jerami dan sekam padi) yang dapat diproses menjadi biochar.Penambahan biochar kedalam tanah pada beberapa penelitian memperlihatkan berbagai macam keuntungan dalam kaitan memeperbaiki kualitas tanah, seperti· Meningkatkan kapasitas tukar kation (ktk), berikut ini manfaat biochar atau arang sekam yang bisa anda ketahui.

Manfaat Biochar.
  • Menurunkan kemasaman tanah.
  • Meningkatkan struktur tanah.
  • Meningkatkan daya ikat air (water holding capacity).
  • Meningkatkan efesiensi pemupukan.
  • Menurunkan gas CH4 dan N2O yang terlepas ke udara.
  • Mengurangi keracunan aluminium.
  • Meningkatkan respirasi mikroba tanah.
  • Meningkatkan biomassa mikroba tanah.
  • Menstimulasi simbiosis fiksasi nitrogen pada legum.
  • Meningkatkan fungi mikoriza arbuscular.
Keuntungan penggunaan biochar tentunya tidaklah universal, hasilnya beragam berdasarkan jenis tanahnya.Biochar yang ditemukan dalam tanah di seluruh dunia sebagai akibat dari kebakaran vegetasi dan praktek manajemen tanah bersejarah. Studi intensif biochar kaya bumi gelap di amazon (terra preta/ tanah arang), telah menyebabkan apresiasi yang lebih luas sifat unik biochar sebagai penambah tanah. Di indonesia terutama di daerah pedalaman kalimantan ditemukan pula tanah yang memiliki ciri yng sama dengan yang ada di daerah amazone. Tanah ini di hasilkan dari sitsem pertanian tebang bakar yang memang sudah di terapkan sejak zaman dahulu. Perladangan berpindah termasuk metode “tebang bakar” dan “tebang arang” dipraktekkan banyak suku tersebut. Dalam metode “tebang dan bakar”, pohon dan tanaman berbatang kayu ditebang dan dibakar sebagai persiapan lahan untuk ditanami, ternyata cara ini menghasilkan nutrisi tanah yang meningkatkan produktivitas untuk sementara. Ketika pembakaran dilakukan secara menyeluruh dan yang tersisa hanya abu, pengayaan tanah bertahan tidak lama dan lahan harus lebih lama dibiarkan tidak terpakai sebelum siap untuk digunakan kembali. Namun, metode yang hanya membakar sebagian, atau “tebang dan arang”, dapat memperbaiki struktur tanah dan menyediakan penyimpanan nutrisi yang lebih tahan lama yang berasal dari berbagai sumber, tetapi tampaknya mencerminkan pengolahan makanan dan limbah yang terkait dengan keberadaan manusia.

Dengan berjalannya waktu, jika siklus pembersihan nutrisi arang berulang kali terjadi, hasilnya akan terjadi pembentukan ade (bumi hitam antropogenik). Peningkatan kesuburan tanah memungkinkan penduduk asli mempertahankan penghidupan mereka sendiri tanpa menggunakan pupuk kimia yang mahal. Hal ini juga membantu pelestarian keanekaragaman hutan serta penyerapan karbon sebesar lima sampai tujuh kali lipat, yang dapat berlangsung selama berabad-abad, bahkan ribuan tahun, dibandingkan dengan hutan hujan di sekitarnya.

Sumber : BPPI

Tentang PGPR Dan Manfaatnya Bagi Tanaman

Pupuk hayati yang bisa kita gunakan dalam budidaya pertanian sangat banyak sekali pilihannya, salah satunya adalah PGPR (Plant Grow Promoting Rizobacteria) bakteri ini sangat baik untuk tanaman kita, untuk merendam benih juga sangat baik dan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan benih yang akan kita tanaman, untuk lebih jelasnya tentang peran pupuk hayati PGPR saya uraikan sebagai berikut :
"PGPR","manfaat pgpr","fungsi pgpr"
Pengertian PGPR
Definisi PGPR adalah sejenis bakteri yang hidup di sekitar perakaran tanaman, bakteri tersebut hidupnya secara berkoloni menyelimuti akar tanaman, bagi tanaman keberadaan mikroorganisme ini akan sangat baik, bakteri ini memberi keuntungan dalam proses fisiologi tanaman dan pertumbuhannya. Rhizobakteria pemacu tumbuh tanaman (RPTT) adalah kelompok bakteri yang menguntungkan yang agresif menduduki (mengkolonisasi) rizosfir (bagian perakaran). Aktivitas RPTT menguntungkan bagi tanaman baik langsung maupun secara tidak langsung. Pengaruh langsung RPTT didasarkan atas kemampuannya menyediakan dan memobilisasiatau memfasilitasi penyerapan berbagai unsur hara dalam tanah serta mensintesis dan mengubah konsentrasi fithothormon pemacu tumbuh. Sedangkan tidak langsungnya berkaitan dengan kemampuan menekan aktivitas patogen dengan menghasilkan berbagai senyawa atau metabolit seperti antibiotik.

Sejumlah bakteri penyedia hara yang hidup pada rhizosfer akar (rhizobakteri) disebut sebagai rhizobakteri pemacu tumbuh tanaman (plant growth promoting rhizobacteria = PGPR). Kelompok ini mempunyai peranan ganda yang antara lain:
  • Menambat N2
  • Menghasilkan hormon tumbuh (seperti  IAA, giberelin, sitokinin, etilen, dan lain-lain).
  • Menekan penyakit tanaman  asal tanah dengan glukanase, kitinase, sianida memproduksi siderofor.
  • Melarutkan P dan hara lainnya., (Cattelan et  al., 1999; Glick et  al., 1995).
Plant growth-promoting rhizobacteria (PGPR) pertama kali diteliti oleh Kloepper dan Scroth (1982) untuk menggambarkan bakteri tanah yang mendiami daerah perakaran tanaman yang diinokulasikan ke dalam benih dan ternyata meningkatkan pertumbuhan tanaman. Sejak pertama kali diperkenalkan oleh Kloepper dan Scroth (1982), PGPR mengalami perkembangan yang sangat cepat, terutama pada beberapa tahun terakhir. PGPR berada Disekitar Akar, akar  adalah sumber kehidupan, disana terjadi pertukaran udara, unsur hara, dekomposisi dll, dan yang lebih enaknya anda bisa membuat PGPR sendiri di rumah.

Fungsi PGPR bagi tanaman yaitu mampu memacu pertumbuhan dan fisiologi akar serta mampu mengurangi penyakit atau kerusakan oleh serangga. Fungsi lainnya yaitu sebagai tambahan bagi kompos dan mempercepat proses pengomposan. Pengurangan pestisida dan rotasi penanaman dapat memacu pertumbuhan populasi dari bakteri – bakteri yang menguntungkan seperti PGPR.

Aplikasi PGPR mampu mengurangi kejadian dan keparahan penyakit, beberapa bakteri PGPR yang diinokulasikan pada benih sebelum tanam dapat memberi pertahanan pada tudung akar tanaman. Hal inilah yang membuat bakteri PGPR mampu mengurangi keparahan dari penyakit dumping-off (Pythium ultimatum) di tanaman. Beberapa bakteri PGPR mampu memproduksi racun bagi patogen tanaman, misalnya bakteri Bacillus subtilis mampu melawan cendawan patogen.

PGPR dapat meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman melalui : produksi hormon pertumbuhan kemampuan fiksasi N untuk peningkatan penyediaan N tanah, penghasil osmolit sebagai osmoprotektan pada kondisi cekaman kekeringan dan penghasil senyawa tertentu yang dapat membunuh patogen tanaman (Kloepper, 1993).

Menurut Lalande et al. (1989), Pseudomonas sp. mampu menghasilkan hormon pemacu pertumbuhan tanaman yang dapat meningkatkan berat kering tanaman jagung mencapai 9%, sedangkan Salmonella liquefaciens meningkatkan berat kering mencapai 10% danBacillus sp. meningkatkan berat kering mencapai 7% lebih tinggi dibanding kontrol.

Berikut Kelebihan dan Manfaat PGPR yang bisa anda ketahui :
  • Menambah fiksasi nitrogen di tanaman kacang – kacangan.
  • Memacu pertumbuhan bakteri fiksasi nitrogen bebas..
  • Meningkatkan ketersediaan nutrisi lain seperti phospat, belerang, besi dan tembaga.
  • Memproduksi hormon tanaman.
  • Menambah bakteri dan cendawan yang menguntungkan.
  • Mengontrol hama dan penyakit tumbuhan
Bakteri PGPR merupakan salah satu jenis pupuk hayati yang bisa anda manfaatkan, apabila anda menggabungkan dengan pupuk organik maka akan mendapatkan hasil yang maksimal, jadi untuk meningkatkan produktifitas pertanian atau perkebunan anda, maka tidak ada salahnya anda mencoba untuk menerapkannya, toh ketika anda menerapkannya dan bisa rutin maka anda akan mulai tidak ketergantungan pupuk kimia yang kini semakin sulit dan mahal.

Sumber BPPI

Budidaya Jahe Dalam Pot / Polybag

Yah dewasa ini banyak orang yang merasa tidak puas dengan hasil dalam berbudidaya jahe, baik merah ataupun jahe gajah, apalagi manisnya seorang marketing bibit yang menawarkan hasil optimal membuat banyak petani makin kesal dengan realita yang terjadi dengan hasil panen yang jauh dari harapan. Tulisan saya ini mencoba sedikit mengulas tentang budidaya jahe di polybag, yang pastinya dengan harapan yang di teruskan dengan kerja keras para pembudidaya bisa mendapakan hasil yang maksimal. Ok langsung saja kita ke pembahasan budidaya jahe dalam pot/polybag.
"budidaya jahe","budidaya jahe di pot atau polybag","tanaman jahe"
Persiapan Budidaya Jahe Dalam Pot/Polybag
Persiapkan media tanam : Polybag, arang sekam, kompos (sudah matang), dan terakhir tanah
Keterangan : karena hasil panen jahe adalah umbinya maka media tanam harus benar benar membantu pertumbuhan perakaran jahe dengan memperbanyak bahan organik, bisa mengagunakan perbandingan arang sekam : bahan organik : tanah sebesar 1:2:1 (bisa disesuaikan dengan selera, lebih banyak kompos lebih baik), untuk pupuk organik anda bisa membuat pupuk organik sendiri di rumah.


Menyiapkan bibit jahe
Syarat memilih bibit jahe yang baik untuk di tanam :
  • Bibit jahe berasal dari tanaman jahe yang sudah tua yang di tandai dengan tajuk kering, dan sudah berumur sekitar 9 sampai dengan 10 bulan.
  • Rimpang Jahe sudah melewati masa dormansi (1 -1,5 bulan) kondisi masih segar, dan tidak ada tanda-tanda bibit terkena penyakit atau pembusukan.
  • Kulit rimpang tidak lecet atau memar akibat galian saat panen.
  • Pilihlah Rimpang yang memiliki ukuran besar dan tanaman terlihat tumbuh subur.
  • Bibit jahe yang berkualitas adalah bibit yang baik (tidak disimpan terlalu lama),
  • Memenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologik (persentase tumbuh tinggi), dan mutu fisik. Mutu fisik adalah bibit bebas dari hama dan penyakit.
  • Rimpang untuk dijadikan benih, sebaiknya dipotong-potong dengan cuter yang steril atau di potong langsung (hal ini untuk meminimalisir bibit jahe terkontaminasi penyakit), dengan menyisakan 2 - 3 bakal mata tunas dengan bobot sekitar 25 - 60 gr untuk jahe putih besar, 20 - 40 gr untuk jahe putih kecil dan jahe merah.

Pengecambahan bibit jahe
Jika anda ingin memaksimalkan pembibitan, benih bisa di rendam dengan larutan PGPR sebelum di semai, setelah di rendam benih bisa di tempatkan pada tempat pemnyemaian (dijaga kelembaban jangan sampai benih kering). Benih akan mulai berkecambah setelah kira-kira 2 minggu. kenapa menggunakan PGPR.? karena manfaat PGPR sangat banyak salah satunya untuk memaksimalkan bibit tanaman agar cepat tumbuh.


Penyemaian bibit jahe
Salah satu cara penyemaian bibit jahe yang bisa anda gunakan adalah menggunakan peti kayu dengan langkah-langkah yang bisa anda kerjakan. Berikut penjelasannya :
  • Pada bagian dasar peti kayu anda bisa memberikan campuran kompos dan arang sekam padi kemudian bakal bibit bisa anda taruh di atas media yang disiapkan tadi kemudian ditutup bagian atasnya dengan arang sekam.
  • Benih jahe tersebut akan mulai tumbuh menjadi tanaman jahe muda dalam waktu sekitar 2-4 minggu. Setelah benih jahe tumbuh dengan ketinggian sekitar 10 cm (sudah memiliki 3 – 5 daun), bibit jahe dapat diambil/dipotong dari rimpangnya dan ditanam pada media polybag yang telah disiapkan, Ukuran polybag untuk bibit adalah diameter 7 – 10 cm.
  • Rimpang jahe yang tersisa bisa anda tanam kembali pada persemaian agar bisa tumbuh bibit yang lain. Pada satu buah rimpang bisa menumbuhkan sekitar 2-4 bibit jahe.
  • Setelah bibit jahe ditanam, tanaman jahe tersebut jangan langsung di tempatkan pada ruang yang terbuka dengan sinar matahari langsung, melainkan harus diadaptasikan pada tempat yang memiliki naungan terlebih dahulu hingga umur 1,5 - 2 bulan.

Menanam Jahe pada Pot/Polybag
Penanaman bibit Jahe pada pot, karung atau polybag harus hati-hati (mengurangi tingkat stres bibit jahe). Buatlah lubang sebesar ukuran polybag bibit, masukkan bibit jahe bersama medianya ke dalam lubang tanam, kemudian tutup dengan media disekitarnya dan padatkan sekedarnya saja. Setelah penanaman, media dan bibit harus disiram dengan air bersih agar tanaman mendapatkan cukup air dan kontak dengan media.

Memelihara Tanaman Jahe
Pemeliharaan tanaman Jahe dalam karung atau polybag cukup mudah. Pemeliharaan meliputi: penyiraman, penyiangan dan penggemburan media, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit.

Penyiraman
Penyiraman dilakukan setiap hari, sebaiknya pada sore hari, terutama saat tidak ada hujan. Beberapa petani menggabungkan budidaya Jahe Merah dengan budidaya ikan dalam kolam, untuk memudahkan penyiraman dan mengantisipasi kebutuhan air saat musim kemarau. Selain itu, air kolam diharapkan memberi unsur hara tambahan bagi tanaman. Penyiraman bisa dihentikan saat tanaman Jahe mulai memasuki fase senecense (mengering) saat tua dan mendekati panen.

Pemangkasan
Perlakuan Pemotongan batang jahe ketika umur 2 bulan, dilakukan untuk memacu pertumbuhan calon tunas baru serta memperbanyak jumlah batang yang tumbuh seragam dalam 1 pot/polybag.

Penyiangan dan penggemburan
Rumput yang tumbuh pada media tanam perlu disiang agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman, terutama pada sekitar 4 bulan pertama, di mana tanaman Jahe belum begitu rimbun. Beberapa petani menambahkan mulsa jerami pada media tanam untuk menekan pertumbuhan gulma. Selain penyiangan, media tanam juga perlu digemburkan dengan menggunakan cetok. Penggemburan dimaksudkan untuk menyediakan media tumbuh yang baik bagi akar tanaman dan memperbaiki sirkulasi udara dalam media.

Pemupukan dan Pembumbunan
Pemupukan dan pembumbunan dilakukan 2 bulan sekali seiring pertumbuhan tanaman, dengan menambahkan pupuk organik pada media tanam. Jumlah pupuk yang diberikan tergantung dari besarnya media yang digunakan, kira-kira 1/5 ukuran karung atau polybag yang digunakan. Pemupukan bisa diberikan 3 kali selama umur tanaman. Anda juga bisa memberikan pupuk hayati seperti PGPR, karena manfaat PGPR untuk perakaran tanaman sangat baik jika anda terapkan.

Pembumbunan lebih baik bila dilakukan secara berkala yaitu di saat ada pertumbuhan rimpang jahe baru yang muncul di dekat permukaan tanah. Timbun rimpang yang muncul ke permukaan menggunakan media yang telah disiapkan dengan ketebalan sekitar 5 cm.

Pengendalian Hama dan Penyakit
Sebenarnya kasus serangan hama dan penyakit yang serius pada tanaman Jahe jarang terdengar. Namun akan lebih baik jika kita mengetahui dan mengantisipasi hal tersebut. Hama yang sering menyerang tanaman jahe adalah belalang dan ulat yang memakan daun terutama daun muda. Untuk pengendaliannya, kita bisa menggunakan beberapa cara yaitu:

Cara mekanis, dengan memeriksa tanaman dan membunuh hama terutama ulat yang sering memakan daun, atau dengan menggunakan perangkap serangga berupa plastik berwarna cerah (kuning atau merah) yang dipasang dengan bambu dan diolesi lem.

Cara kimiawi, dengan menyemprotkan insektisida yang tepat untuk mengendalikan belalang dan ulat. Insektisida yang dianjurkan adalah insektisida organik berbahan aktif tembakau atau yang lainnya.

Sedangkan penyakit yang mungkin bisa menyerang tanaman Jahe adalah penyakit Layu Bakteri dan Busuk Rimpang atau busuk akar seperti pada budidaya pepaya yang disebabkan oleh jamur. busuk akar cepat sekali menyebar, dan saya punya pengalaman pada tanaman pepaya yang saya budidayakan. Untuk mencegah penyakit tersebut, kesehatan benih dan sanitasi lingkungan pertanamanperlu diperhatikan. Pastikan benih merupakan benih sehat dan berasal dari induk yang sehat. Lingkungan pertanaman juga perlu dijaga agar bersih dan tidak terlalu lembab atau tergenang air. Untuk tanaman yang telah terserang penyakit, bisa disemprot dengan bakterisida atau fungisida, jika perlu dimusnahkan agar tidak menular ke tanaman yang lain.

Memanen Jahe
Tanaman Jahe bisa dipanen setelah kira-kira 10 bulan (tergantung jenis jahe yang di tanam). Tanaman yang sudah cukup tua dan siap panen akan melewati masa mengering, di mana daun dan batangnya berubah menjadi kuning dan mengering. Pemanenan Jahe dari media karung dan polybag cukup mudah karena tidak perlu menggali dengan susah payah. Kita cukup menggali dengan cetok dan membuka karung atau polybag yang sudah mulai lapuk. Angkat rimpang Jahe dengan hati-hati agar tidak rusak, bersihkan dari tanah dan kotoran yang menempel, dan jika perlu cuci dengan air bersih. Satu rumpun tanaman Jahe dalam 1 media tanam karung ukuran 50 kg, bisa menghasilkan rimpang Jahe segar 2 hingga 5 kg jika perlakuan tanaman baik dan istimewa, bukan hal yang tidak mungkin bisa menghasilkan lebih dari itu.

Itulah sedikit pembahasan tentang budidaya jahe dalam pot/polybag, dan semoga bermanfaat dan bisa menjadi sedikit referensi dari pengalaman saya.

Demikian ulasan tentang budidaya jahe dalam pot, jadi ke depan ketika anda di ajak berkebun maka tidak ada jawaban bahwa kekurangan lahan dan tempat, ternyata sedikit lahan pun bisa kita manfaatkan, salah satunya dengan apa yang di bahas pada artikel ini. semoga bermanfaat bagi para pembaca dan jangan lupa share dengan teman yang lainnya.
Copyright © Ayo Bertani Mandiri | Powered by Blogger